Cumulonimbus cloud is dangerous? (awan itu berat)

Pernah ga lu semua lagi bengong dan pas liat ke langit dan ngeliat awan ngerasa pengen tiduran di awan?terus bayangin selembut dan seempuk apa pas boboan disana. Then you must be joking to yourself, ternyata ada loh awan berbahaya! 
Awan cumulonimbus merupakan jenis awan berbahaya yang dapat menimbulkan cuaca ekstrim seperti hujan deras, kilat dan guruh. Jenis angin yang dapat mempengaruhi adanya awan cumulonimbus adalah Vertical wind shear, dengan adanya angin ini dapat menentukan jenis badai yang terjadi. Apakah termasuk kedalam badai dengan intensitas yang hebat atau tidak. Karena semakin besar Vertical wind shear akan semakin besar juga intensitas badai yang terjadi akibat adanya awan cumulonimbus. Untuk mengetahui keterkaitan Vertical wind shear pada pertumbuhan awan cumulonimbus maka diadakannya penelitian ini menggunakan metode data cuaca permukaan dan menggunakan metode data cuaca permukaan ini kemudian diolah menggunakan Minitab dan Wind Rose. Setelah di analisis dan diolah menggunakan beberapa software dan perhitungan menggunakan dry adiabatic lapse rate dapat ditemukan terjadinya Awan cumulonimbus yang disertai intensitas curah hujan klasifikasi sedang terdapat pada tanggal 24 Februari 2020 dengan arah angin terbanyak dari sebelah barat yang secara topografi wilayah Kabupaten Tangerang berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang dan Lebak, Banten. Hasil pengujian menggunakan software minitab dan juga windrose yang memanfaatkan data cuaca permukaan di Stasiun Meteorologi Budiarto Curug, terbentuknya awan cumulonimbus hingga terjadi hujan memiliki variasi arah angin yang berubah-ubah dari sudut 45? sampai dengan 124? menandakan adanya arah angin yang berubah-ubah dan menimbulkan terjadinya awan cumulonimbus. Suhu yang terukur pada bola kering atau disebut dengan suhu saat ini menunjukkan nilai 21,9? C sampai dengan 30,8? C mengalami penurunan suhu akibat terjadi hujan. Hujan yang terjadi akibat adanya awan cumulonimbus berlangsung selama 2 jam, dengan intensitas curah hujan sebesar 118,6 mm dan dikategorikan sebagai hujan sedang.
(ejournal) 
Geseran angin vertikal adalah perubahan kecepatan dan arah angin yang terjadi seiring ketinggian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Movies Recommendation